Mei 31, 2026 | jIIQla

Mengenal Ferrovia Vaticana, Kereta Api Terpendek di Dunia

Mengenal Ferrovia Vaticana, Kereta Api Terpendek di Dunia | Mendengar nama Vatikan, yang terlintas di pikiran kita biasanya adalah Lapangan Santo Petrus, Kapel Sistina, atau megahnya Basilika. Namun, siapa sangka negara terkecil di dunia ini ternyata memiliki sistem transportasi masal sendiri? Ya, Vatikan memiliki jaringan kereta api nasionalnya sendiri yang dikenal dengan nama Ferrovia Vaticana (Kereta Api Vatikan).

Meskipun ukurannya sangat mini, keberadaan jalur rel ini menyimpan sejarah penting, fungsi yang unik, dan catatan rekor yang menarik untuk diulas.

Memegang Rekor Terpendek di Dunia

mengenal-ferrovia-vaticana-kereta-api-terpendek-di-dunia

Jika negara-negara besar berlomba-lomba membangun jalur kereta api sepanjang ribuan kilometer, Vatikan justru sebaliknya. Ferrovia Vaticana dinobatkan sebagai sistem kereta api nasional terpendek di dunia.

Jalur utama rel ini hanya memiliki panjang sekitar 300 meter (980 kaki) dengan menggunakan pengukur lebar rel standar (standard gauge). Selain jalur utama, sistem ini juga dilengkapi dengan dua jalur simpang (freight sidings) yang digunakan untuk keperluan bongkar muat barang. Begitu pendeknya jalur ini, hingga seluruh sistemnya berada dalam jarak pandang yang sangat dekat dari satu titik ke titik lainnya.

Sejarah dan Landasan Hukum Pembentukan

Lahirnya jaringan kereta api ini tidak lepas dari peristiwa politik penting di masa lalu. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Paus Pius XI, tepat setelah ditandatanganinya Perjanjian Lateran pada tahun 1929 antara Takhta Suci dan Kerajaan Italia.

Perjanjian bersejarah tersebut tidak hanya mengakui Vatikan sebagai negara merdeka, tetapi juga menjamin hak Vatikan untuk terhubung dengan jaringan infrastruktur luar, termasuk kereta api. Akses menuju jaringan kereta api Italia dibuat melalui sebuah jembatan khusus yang menghubungkannya langsung dengan stasiun terdekat di Italia, yaitu Stasiun Roma San Pietro. Setelah proses konstruksi selesai, Kereta Api Vatikan resmi dibuka pada tahun 1934 lengkap dengan satu-satunya stasiun yang mereka miliki, yaitu Stasiun Kota Vatikan (Stazione Vaticana).

Berubah Fungsi dari Logistik Menjadi Wisata

Pada awal pengoperasiannya, jalur kereta ini lebih sering digunakan untuk keperluan logistik. Kereta-kereta yang melintas mayoritas membawa pasokan barang-barang masuk untuk memenuhi kebutuhan warga dan operasional di dalam Kota Vatikan.

Catatan Sejarah: Sepanjang sejarahnya, kereta penumpang sangat jarang melintas di sini. Jika ada, perjalanan tersebut biasanya bersifat seremonial, simbolis, atau membawa tamu-tamu kehormatan dalam agenda kepausan khusus.

Namun, dinamika tersebut berubah sejak tahun 2015. Vatikan mulai membuka pintu stasiunnya untuk layanan penumpang reguler, meskipun dengan jadwal yang sangat terbatas. Setiap Sabtu pagi, sebuah kereta penumpang khusus diberangkatkan dari Stasiun Kota Vatikan. Kereta ini membawa para turis dan peziarah yang ingin berkunjung ke Castel Gandolfo, sebuah istana musim panas milik kepausan yang terletak di luar kota Roma. Layanan ini menjadi daya tarik wisata yang sangat eksklusif, karena memadukan unsur sejarah, spiritualitas, dan sensasi menaiki kereta api dari negara terkecil di dunia.

Keunikan yang Tetap Terjaga

Hingga saat ini, Ferrovia Vaticana tetap mempertahankan pesona klasiknya. Stasiunnya yang megah dengan arsitektur khas marmer putih masih berdiri kokoh dan dirawat dengan sangat baik. Kehadiran kereta api ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah negara mikro mampu mengelola kedaulatannya sendiri, bahkan dalam hal transportasi publik.

Bagi para pencinta kereta api (railfans) maupun pelancong umum, keberadaan Kereta Api Vatikan adalah sebuah anomali yang menakjubkan. Jalurnya mungkin menjadi yang paling pendek di bumi, namun nilai sejarah, diplomasi, dan keunikan yang dibawanya menjadikan Ferrovia Vaticana salah satu warisan dunia yang paling menarik untuk dikagumi.

Share: Facebook Twitter Linkedin